UnicNews: Terdampar ala "The Terminal"

Kisah mirip film The Terminal terjadi di Negeri Sakura. Hingga kemarin, Kamis, 12 November, Feng Zhenghu masih terdampar di terminal 1 Bandara Internasional Narita, Kota Chiba, Jepang. Pasalnya, pemerintah Tiongkok tidak bersedia menerima kembali aktivis HAM yang sudah berbulan-bulan tinggal di Jepang itu.

"Sudah sembilan hari delapan malam saya berada di sini. Saya kurang makan dan minum," ujar Feng seperti dilansir Agence France-Presse. Kini, aktivis yang mengungsi ke Jepang setelah keterlibatannya dalam protes prodemokrasi pada 4 Juni 1989 lalu itu terpaksa tidur di bangku dekat pos pemeriksaan imigrasi. Konon, Rabu, 4 November pekan lalu itu merupakan kegagalannya yang ke-8 untuk pulang ke Tiongkok.

Sebenarnya, Rabu pekan lalu, dia sudah tiba di Bandara Pudong Shanghai. Tapi, begitu turun dari pesawat All Nippon Airways (ANA), Feng langsung dipaksa masuk kembali. Atas perintah Beijing, otoritas Shanghai mengusirnya. "Mereka tidak mengizinkan saya kembali ke negara saya sendiri," ujar pria yang pernah dipenjara tiga tahun karena dianggap mendirikan usaha secara ilegal di Shanghai tersebut.

Sebelumnya, Feng sudah tiga kali diusir dari Shanghai atas instruksi pemerintah Tiongkok. Sedangkan, empat penolakan yang lain dilakukan maskapai Jepang dengan tidak mengizinkannya masuk pesawat.
"Paspor Tiongkok saya masih valid sampai tiga tahun lagi. Saya juga punya visa Jepang yang masih valid. Tapi, saya tidak mau menetap di sini. Saya ingin pulang," tandasnya dalam bahasa Mandarin.

Lewat pengacaranya, Mo Shaoping, Feng langsung menggugat pemerintah lokal Shanghai atas pengusiran tersebut. "(Piagam) PBB jelas mengatur bahwa tidak ada negara yang berhak menolak kewarganegaraan penduduknya," serunya. Lewat delapan kali pengusiran itu, lanjut dia, pemerintah Tiongkok telah melanggar aturan PBB dan hukum domestiknya sendiri.

Dia juga mengajukan gugatan hukum terhadap maskapai Jepang yang menolak menerbangkannya ke Tiongkok. Padahal, selain tiket, dokumen-dokumen resminya pun masih berlaku. "Saya tidak pernah mendapati kasus semacam ini sebelumnya. Sebenarnya, kami sudah berusaha membujuknya masuk Jepang. Tapi, dia lebih memilih tinggal di bandara," terang Jubir Imigrasi Jepang di Narita.

Padahal, selama Feng tidak masuk Jepang, kasusnya tidak bisa diproses lebih lanjut oleh imigrasi. "Jika dia tidak mengajukan permohonan masuk Jepang, pihak imigrasi tidak bisa membantu banyak," lanjut Jubir tersebut. Dalam wawancara dengan Epoch Times, Feng mengungkapkan harapannya kepada Tokyo agar tidak membantu Beijing dalam kasus tersebut.


Terima Kasih
admin suaveOnline

Share/Save/Bookmark

0 komentar:

Posting Komentar | Feed

Posting Komentar



 

site info

recent comment

suaveOnline | Online Terruusss Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard